Close

Not a member yet? Register now and get started.

lock and key

Sign in to your account.

Account Login

Forgot your password?

Pemindahan Ibukota dari Jakarta

17 Nov Posted by in Sebuah Wacana, Wisata | Comments
Pemindahan Ibukota dari Jakarta
 

Wacana pemindahan Ibukota atau pusat pemerintahan berkembang di setiap masa pemerintahan. Sejak era Presiden Soekarno, Soeharto sampai terakhir Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, wacana ini terus berkembang tanpa pernah direalisasikan

Dengan beban sebagai pusat bisnis dan pusat pemerintahan, setiap tahun ‘biaya’ kemacetan Jakarta mencapai Rp17,2 triliun. Belum ditambah beban sosial lain yang diakibatkan oleh minimnya ruang publik, ruang gerak yang terbatas, dan lingkungan yang tak ramah. Pendek kata, Jakarta benar-benar sudah sumpek

Akhirnya, solusi untuk mendistribusikan beban Jakarta menjadi sebuah keharusan. Dan wacana yang sedang kencang bergulir adalah memindahkan pusat pemerintahan (baca:ibukota) ke luar Jawa

Mungkin perlu dana besar untuk mewujudkannya, tapi kondisinya memang menuntut demikian. Perlu langkah luar biasa, drastis, dan radikal. Jika tidak, Jakarta akan semakin merana yang dapat berakibat penurunan kualitas hidup penghuninya.

Berikut kami coba ulas kota – kota yang berpotensi menjadi Ibu Kota Indonesia yang baru

Palangkaraya

Kota Palangka Raya atau Palangkaraya adalah sebuah kota sekaligus merupakan ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah. Kota ini memiliki luas wilayah 2678,51 km² dan berpenduduk sebanyak 168.449 jiwa dengan kepadatan penduduk rata-rata 62,89 jiwa tiap km² (sensus 2003)

Sebelum otonomi daerah pada tahun 2001, Kota Palangka Raya hanya memiliki 2 kecamatan : Pahandut dan Bukit Batu. Kini secara administratif, Kota Palangka Raya terdiri atas 5 kecamatan, yakni : Pahandut, Jekan Raya, Bukit Batu, Sebangau, dan Rakumpit.

Kota ini dibangun pada tahun 1957 (UU Darurat No. 10/1957 tentang Pembentukan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah) dari hutan belantara yang dibuka melalui Desa Pahandut di tepi Sungai Kahayan. Palangka Raya merupakan kota dengan luas wilayah terbesar di Indonesia.[1] Sebagian wilayahnya masih berupa hutan, termasuk hutan lindung, Konservasi Alam, serta Taman Nasional Tangkiling.

Saat ini terdapat jalan darat antar provinsi yang menghubungkan antara kota Palangka Raya dengan kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, melalui jembatan Tumbang Nusa dan jembatan Barito yang dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 3-4 jam secara nyaman. Sedangkan jalan darat antar provinsi ke kota Pontianak, Kalimantan Barat, merupakan jalan rintisan melewati kabupaten Sukamara. Disamping itu jalan darat dengan 13 kabupaten di Kalimantan Tengah belum semuanya dapat dilalui dengan baik karena kondisi struktur tanah, kondisi jalan dan curah hujan

Ditengah kota Palangka Raya sendiri terdapat jembatan Kahayan diatas sungai Kahayan yang menghubungkan kedua tempat yang biasa disebut dengan Pahandut dan Pahandut Seberang

Makasar

Kota Makassar mempunyai posisi strategis karena berada di persimpangan jalur lalu lintas dari arah selatan dan utara dalam propinsi di Sulawesi, dari wilayah kawasan Barat ke wilayah kawasan Timur Indonesia dan dari wilayah utara ke wilayah selatan Indonesia. Dengan kata lain, wilayah kota Makassar berada koordinat 119 derajat bujur timur dan 5,8 derajat lintang selatan dengan ketinggian yang bervariasi antara 1-25 meter dari permukaan laut

Kota Makassar merupakan daerah pantai yang datar dengan kemiringan 0 – 5 derajat ke arah barat, diapit dua muara sungai yakni sungai.Tallo yang bermuara di bagian utara kota dan sungai Jeneberang yang bermuara di selatan kota. Luas wilayah kota Makassar seluruhnya berjumlah kurang lebih 175,77 Km2 daratan dan termasuk 11 pulau di selat Makassar ditambah luas wilayah perairan kurang lebih 100 Km².

Balikpapan

Kota Balikpapan adalah salah satu kota di provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Kota ini memiliki luas wilayah 503,3 km² dan berpenduduk sebanyak 621.862 jiwa (2009). Motto kota Balikpapan yaitu “Gawi Manuntung Waja Sampai Kaputing” (bahasa Banjar) yang artinya adalah apabila memulai suatu pekerjaan harus sampai selesai pelaksanaannya. Logo dari kota yang sering dijuluki “Kota Minyak” (Banua Patra) ini adalah Beruang madu, binatang khas kota Balikpapan yang sekarang sudah mulai diambang kepunahan

Secara geografis wilayah Kota Balikpapan terletak antara 116,5′-117,0′ Bujur timur dan 1,0′-1,5′ Lintang Selatan. Luas wilayah 50.330,57 Ha atau 503,3 Km2 (termasuk Hutan Lindung Suangi Wain 10.025 Ha dan Hutan Lindung Manggar 4,999,9 Ha), disebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Kutai Kertanegara, sebelah timur dan selatan dengan Selat Makassar, Sebelah barat dengan Kabupaten Penajam Paser Utara. Secara Topografi Kondisi Balikpapan umumnya berbukit-bukit dengan ketinggian berada pada selang 0-80 meter dari permukaan laut, daerah landai hanya ada di sepanjang pantai

Secara geologis Balikpapan terdiri dari 3 formasi yaitu formasi Balikpapan bawah, formasi balikpapan atas, dan formasi balikpapan Kampung Baru.

Formasi balikpapan bawah dan atas terdiri dari batu pasir kwarsa dan lempung dengan sisipan lanau, serpih batu gamping dan batu bara, formsi tersebut sebagian besar berada di perkotaan sedangkan formsi kampung Baru terdiri dari batu pasir kwarsa dengan sisipan lempung lignit dan lanau yang berumur pliosen, letak formasi ini berada dibagian timur dan utara Kota Balikpapan

Guna mewujudkan keseimbangan antar wilayah, disebelah utara kota Balikpapan terdapat Hutan lindung sugai Wain dan Hutan Lindung Manggar yang ditetapkan sebagai daerah konservasi lahan kritis. Hutan Lindung Sungai Wain dan Hutan Lindung Manggar yang ditetapkan sebagai daerah konservasi lahan kritis. Hutan lindung sungai wain memiliki luas 10.025 hektare dan Hutan Lindung Manggar 4.999 hektar. Kawasan ini ditetapkan sebagai daerah tertutup sejak tahun 1934 oleh Sultan Kutai

Pekanbaru

Kota Pekanbaru merupakan ibukota provinsi Riau, Indonesia. Dengan luas sekitar 632.26 km² dan populasi mencapai 799.312 jiwa (2008) [1], Pekanbaru merupakan kota terbesar di daratan Riau. Pekanbaru merupakan garda utama dalam hal menjaga dan melestarikan kebudayaan Melayu yang menjadi visi tahun 2021. Bandara Sultan Syarif Kasim II, serta dua pelabuhan di Sungai Siak, yaitu Pelabuhan Pelita Pantai dan Pelabuhan Sungai Duku, merupakan pintu gerbang kota Pekanbaru. Perekonomian Pekanbaru sangat didukung oleh kehadiran perusahaan minyak Chevron Indonesia serta perkebunan kelapa sawit

Secara geografis kota Pekanbaru terletak antara 101°14′ – 101°34′ Bujur Timur dan 0°25′ – 0°45′ Lintang Utara. Dengan ketinggian dari permukaan laut berkisar 5 – 50 meter.[3]. Pekanbaru terletak di tepi sungai Siak, serta persimpangan jalan yang menghubungkan Padang – Dumai dan jalur lintas timur.

Kota Pekanbaru pada umumnya beriklim tropis dengan suhu udara maksimum berkisar antara 34,1º C – 35,6º C dan suhu minimum antara 20,2º C – 23,0º C.

Penduduk kota Pekanbaru berjumlah 799.312 jiwa yang terdiri dari berbagai suku bangsa. Penduduk asli kota Pekanbaru merupakan orang Melayu Riau yang banyak bermukim di tepi sungai Siak. Masyarakat Melayu Riau banyak berprofesi sebagai pegawai negeri, mengisi kantor-kantor pemerintahan setempat. Di samping penduduk asli, mayoritas penduduk Pekanbaru merupakan kaum pendatang. Etnis Minangkabau merupakan masyarakat terbesar, dengan jumlah sekitar 65% dari seluruh penduduk kota.[5]. Mereka umumnya berprofesi sebagai pedagang, guru, dan dokter. Selain orang-orang Minang, perekonomian kota banyak dijalankan oleh masyarakat Tionghoa. Perkebunan karet dan kelapa sawit banyak dikerjakan oleh penduduk asal Jawa.

Medan

Kota Medan adalah ibu kota provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Kota Medan merupakan pintu gerbang wilayah Indonesia bagian barat dan juga sebagai pintu gerbang bagi para wisatawan untuk menuju objek wisata Brastagi di daerah dataran tinggi Karo, objek wisata Orangutan di Bukit Lawang, Danau Toba

Kota Medan memiliki luas 26.510 hektar (265,10 km²) atau 3,6% dari keseluruhan wilayah Sumatera Utara. Dengan demikian, dibandingkan dengan kota/kabupaten lainya, Medan memiliki luas wilayah yang relatif kecil dengan jumlah penduduk yang relatif besar. Secara geografis kota Medan terletak pada 3° 30′ – 3° 43′ Lintang Utara dan 98° 35′ – 98° 44′ Bujur Timur. Untuk itu topografi kota Medan cenderung miring ke utara dan berada pada ketinggian 2,5 – 37,5 meter di atas permukaan laut.

Batam

Kota Batam adalah kota terbesar di provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Kota Batam merupakan sebuah pulau yang terletak sangat strategis karena terletak di jalur pelayaran internasional. Kota ini memiliki jarak yang dekat dengan Singapura dan Malaysia. Kota Batam merupakan salah satu kota dengan pertumbuhan terpesat di Indonesia

Ketika dibangun pada tahun 1970-an awal kota ini hanya dihuni sekitar 6.000 penduduk, dan menurut Sensus penduduk pada Juni 2010 Kota Batam telah berpenduduk 1.025.044 jiwa dan merupakan kota terbesar dan terpadat ketiga populasinya di Sumatra setelah Medan dan Palembang

Kota yang merupakan bagian dari Provinsi Kepulauan Riau ini memiliki luas wilayah daratan seluas 715 km² atau sekitar 115% dari wilayah Singapura, sedangkan luas wilayah keseluruhan mencapai 1.570.35 km². Kota Batam beriklim tropis dengan suhu rata-rata 26 sampai 34 derajat celsius. Kota ini memiliki dataran yang berbukit dan berlembah. Tanahnya berupa tanah merah yang kurang subur.

Contoh dari negara lain

Rasanya Indonesia tak perlu malu menengok ke negara tetangga. Malaysia misalnya, meski kondisi Kuala Lumpur saat ini masih lebih ‘manusiawi’ dibanding Jakarta, mereka menyadari suatu saat Kuala Lumpur akan padat dan macet. Entah sepuluh atau dua puluh tahun ke depan

Mereka lalu buru-buru memindahkan pusat pemerintahan ke Putrajaya, sebuah kota baru yang dibangun 25 km arah selatan Kuala Lumpur pada tahun 1995. Hasilnya, beban kepadatan Kuala Lumpur dapat terbagi dan mobilitas warganya terjamin

Mereka menerapkan Putrajaya sebagai zona khusus, tempat aparat birokrasi bekerja. Kotanya didesain demikian rupa. Bersih, nyaman, futurusitik, dan terpenting, tak meninggalkan identitas lokal. Seluruh moda tranportasi yang tersedia juga sangat memadai ditunjang beragam fasilitas yang nyaman. Pokoknya, aparat birokrasi di sana tugasnya cuma bekerja dengan baik. Tak perlu mikirin macet atau polusi.

Pada masa Soeharto sempat muncul rencana memindahkan pusat pemerintahan ke Jonggol, Jawa Barat. Rencana ini cukup disambut baik, tapi entah kenapa rencana itu tak pernah terealisasi

Selain itu ada beberapa contoh pemindahan ibukota negara

  • Amerika Serikat pernah memindahkan ibukotanya dari New york ke Washington DC
  • Turki memindahkan ibukotanya Ankara
  • Brazil memindahkan ibukotanya dari rio de jeinaro ke Brazilla
  • Israel memindahkan ibukotanya dari yerusallem ke tel aviv

Related Posts

Leave a Reply