Close

Not a member yet? Register now and get started.

lock and key

Sign in to your account.

Account Login

Forgot your password?

Kilas Balik Sepotong Kisah Dari Letusan Gunung Merapi 2006

27 Oct Posted by in Keanehan Dunia, Peristiwa | Comments
Kilas Balik Sepotong Kisah Dari Letusan Gunung Merapi 2006
 

Antara Merapi dengan Helen, Antara Mbah Marijan dengan Truman

Jakarta – Kisah Gunung Merapi yang kini nyaris meletus, mirip dengan Gunung St Helen di Amerika Serikat yang meletus dahsyat pada tahun 1980. Bila di Merapi ada Mbah Marijan, maka di St Helen ada Harry Truman. Apakah nasib Mbah Marijan akan mirip dengan Truman? Seorang pembaca detikcom, Frans Wongso yang kini tinggal di Sydey, Australia, mengirimkan surat elektronik kepada redaksi dengan ide yang menarik.

wedhus gembel gn merapi th 2006Wedhus gembel gunung merapi tahun 2006

Frans Wongso membanding-bandingkan kisah Merapi dengan kisah Gunung St Helen. “Membaca berita detik-detik meletusnya gunung Merapi mengingatkan saya pada acara di SBS Sydney beberapa hari lalu tentang gunung St Helen,” tulis Frans Wongso dalam e-mailnya kepada detikcom, Senin (15/5/2006). Gunung St. Helen merupakan gunung aktif yang terletak di 154 Km selatan Seattle atau 85 Km arah timur laut Oregon.

Awalnya, dikenal dengan nama Louwala-Clouth, yang dalam bahasa asli penduduk Amerika berarti ‘gunung berapi’. Nama itu kemudian diubah oleh seorang diplomat Inggris bernama Lord St Helen. Letusan terbesar Gunung St Helen terjadi pada tanggal 18 Mei 1980 pada pukul 08.32 pagi. Letusan itu merupakan salah satu letusan terbesar dalam sejarah Amerika.

Dua letusan lainnya adalah letusan Gunung Katmai di tahun 1912 dan letusan Gunung Pinatubo yang terjadi di abad 20. Nah, pada saat letusan gunung St. Helen 18 Mei 1980, ada seseorang yang menjadi legenda, seperti melegendanya nama Mbah Marijan di gunung Merapi. Seseorang yang menjadi legenda di Gunung St Helen ini bernama Harry Truman. Pada 1980 itu, Truman berumur 84 tahun.

Truman telah tinggal di dekat gunung Helen selama 50 tahun. Seperti dikutip dari situs Wikipedia, Truman menjadi sejarah yang tidak dapat dipisahkan dalam tragedi meletusnya gunung St. Helen. Saat itu, dia bersikeras menolak untuk dievakuasi.

Bujukan-bujukan dari sahabat-sahabat karibnya dan juga pemerintah agar segera mengungsi, tak digubris oleh Mbah Truman ini. Hingga Helen meletus 18 Mei 1980, Truman tetap bertahan di tempat tinggalnya itu. Setelah Gunung Helen meletus, Truman pun hilang. Dan hingga kini, jasad Harry Truman tidak pernah ditemukan. Letusan Helen mengakibatkan 57 orang tewas, termasuk Truman.

Sementara gunung Merapi yang berada di perbatasan DI Yogyakarta dan Jawa Tengah, disebut-sebut sebagai gunung teraktif di dunia. Gunung yang meletus pertama kali pada tahun 1006 ini, dalam waktu dekat ini akan segera meletus. Status gunung ini sudah ditingkatkan menjadi ‘awas’ sejak Sabtu (13/5/2006). Awan panas alias wedhus gembel pun sudah muncul dari puncak gunung.

Nah, menjelang letusan gunung Merapi ini, nama Mbah Marijan, menjadi kisah tersendiri. Hingga kini, Mbah Marijan yang juga dikenal sebagai juru kunci Merapi ini masih tetap menolak mengungsi dari lereng Merapi. Padahal, tempat tinggal Mbah Marijan di Dusun Umbulharjo, Desa Kinahrejo, Kecamatang Cangkringan, Kabupaten Sleman, hanya berjarak 4,5 km dari Puncak Merapi.

Kampung Mbah Marijan ini merupakan salah satu daerah yang diketegorikan sebagai daerah bahaya, bila Merapi meletus. Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, bahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla telah meminta Mbah Marijan untuk segera turun dari kampungnya dan mengungsi.

Tapi, Mbah Marijan tetap menolak. “Saya menunggu perintah Hamengku Buwono IX,” kata Mbah Marijan kepada detikcom, Sabtu (13/5/2006) lalu. Padahal, Hamengku Buwono IX sudah mangkat (meninggal dunia) 1998 lalu.

Akankah nasib Mbah Marijan seperti Harry Truman? Adakah pendekatan-pendekatan kultural lain atau pun psikologis yang bisa diupayakan dalam waktu yang makin dekat ini untuk membujuk Mbah Marijan turun gunung? “Kita selayaknya berdoa agar pihak-pihak terkait dapat bekerja dengan tenang, tulus dan ikhlas untuk menyelematkan Mbah Marijan,” harap Frans Wongso.

Kini si mbah telah tiada semua turut berduka innalillahi wainalillahi rojiun semoga amal ibadahnya di terima allah SWT

Keterangan Foto: Wedhus gembel (awan panas) terus keluar dari Puncak Merapi.

Sumber : http://wihans.web.id

Related Posts

Leave a Reply